Dikira Anak SMP

Jumat, 07 Desember 2012





Menurut aku, anak-anak sekarang kecepetan beger. Sinetron aja ada yang judulnya Masih Dibawah Umur. Isinya gak jauh dari cinta-cintaan, ngejar-ngejar cowok/cewek, saingan, musuhan, pesta, dll, dan itu seputar Jakarta, kota metropolitan. Kalo ada anak kampung, dandanannya pasti "terlalu" dibuat-buat kampungannya. Rambut dikepang dua, kacamata gede, baju jojon, ngomongnya medok. Padahal kenyataannya gak gitu-gitu amat. Terus pemerannya terlalu dipaksakan. Nyatanya masih SMP tapi peran jadi SMA. Yang SMA perannya kuliah. Yang kuliah perannya ibu-ibu/bapak-bapak. Yang ibu-ibu/bapak-bapak perannya nenek-nenek/kakek-kakek. Yang nenek-nenek/kakek-kakek perannya udah mati.
Nah kalo hal yg terjadi sama aku terbalik. Aku yang udah lulus SMA ini malah dikira anak SMP. Dan yang lebih parah, aku dikira masih SMP sama anak SMA. -___-

Gak cuma sekali aku dikira anak SMP. Kemungkinannya ada tiga: 1. wajah aku emang imut (ehm), 2. aku gak bisa dandan layaknya orang udah dewasa, 3. wajah aku emang bener2 imut. Oke, aku rasa opsi yang ketiga yang paling rasional dan bijaksana.
Seneng sih dikira masih anak SMP. Jadi pas nanti kuliah (amin), aku setara ato bahkan lebih muda wajahnya sama mereka yang baru lulus SMA. Mwahahaha.... It's really benefit for me.
Well, kenyataan aku gak bisa dan gak biasa dandan emang faktor kedua setelah wajah aku bener-bener imut. Aku gak pernah pake bedak (kecuali ke salon mau kondangan), apalagi pake kosmetik yang risi-risi kayak eye shadow, blush on, lipstik, and item-item di bawah mata yang kalo orang pake itu, menurut aku, kayak abis begadang 5 hari. Oke, lebay. Lipstik. Orang-orang yang kerja di perusahaan lipstik bilang lipstik itu untuk memperindah bibir supaya tidak pucat dan lebih berwarna. Jenis lipstik juga macem-macem ada yang matte, glossy, blink, princess, cherry belle. Oh itu mana girl band, maaf.
"Ifa? Tumben kamu pake lipstik," kata ibu.
"Ifa gak pake lipstik kok, Bu," jawab aku, heran.
"Lah itu bibir Ifa mengkilap gitu?"
"Ifa abis makan gorengan, Bu,"
-___-
Jadi, lipstik sama minyak gorengan beda tipis.

Back to main topic. Kalo wajah aku sekarang dikira anak SMP, waktu aku SMP beneran wajah aku kayak anak SD berarti ya. Anyway, waktu SMP aku ini item, bulet, keriting. Eh buset, udah kayak mi bakso aja nih aku. Intinya, waktu SMP aku gak cantik (gak rela ngatain diri sendiri "jelek"). Tapi sekarang aku berubah! Jadi power ranger. Eh bukan, jadi, kata orang, kebanyakan orang malah, cantik. Huaaa ge'er deh.
"Ini anak ibu yang pertama?" kata ibu-ibu asuransi.
"Iya, Bu Lilis."
"Wah udah gede y. Sekarang mah cantik"

Waktu tes masuk UGM, TTL anak yang duduk di sebelah aku, namanya Amanda, kosong, terus aku tanya, "Kok TTL nya kosong?"
"Iya soalnya gak ada opsi taunnya," kata dia.
"Emang lahir taun berapa?"
"Sembilan puluh enam."
HAH?! Dia lebih muda tiga taun dari aku. Normalnya, untuk angkatan ini rata-rata kelahiran 94.
"Oh, kamu aksel 2 taun y?" kata aku.
"Iya."
WEW!!! Tapi dasar anak Bandung, keliatannya dia udah dewasa.
Lama-lama aku dapet banyak temen baru. Kita sharing satu sama lain.  Aku gak bilang kalo aku lulusan taun kemarin.
"Kamu lahir November? Sama dong sama aku, cuman aku tahun 93," kata aku ke temen baru aku yang lain, namanya Oka, badannya tinggi, gede, dan jauh jauuuh keliatan dewasa dari aku, sambil liat ijazah SMA-nya.
"Iya, oh kamu lahir 93? Aku kira kamu juga 94 atau lebih muda malah," kata Oka.
"Iya ih aku kira kamu seumur sama aku!" celetuk Amanda. "Aku udah seneng ada temen yang sama-sama lahir 96."
Uwoooooh aku ngapung!!!

Ternyata ada alasan lain aku dikira anak SMP. Yaitu tinggi badan aku tidak terlalu tinggi (baca: pendek). Udah gitu kata temen-temen aku, aku ini ndut (oke oke! Aku juga ngaku aku ini ndut) dan berwajah bulat. Kalo adik aku suka main bowling dan kebetulan bola bowlingnya gak ada (yah, namanya juga kebetulan), aku cocok dan pas jadi pengganti bolanya.
Waktu itu aku nganter ibu beli makanan beku ke rumah temennya, tapi temen ibunya gda, yang ada cuma anaknya, cewek. Anaknya udah gede, lumayan cantik, dan lebih tinggi dari aku. Aku prediksi dia udah kuliah.
Setelah selesai transaksi, kita (aku dan ibu) pamit pulang. Cewek itu cium tangan ke ibu, dan pas aku sama dia salaman, aku bingung harus gimana, kalo cuman salaman biasa kurang enak, yaudah aku cium tangan dia.
"Ini anak Tante?" tanya cewek itu ke Ibu.
"Iya, Neng," jawab ibu, aku senyum.
"Oooh, kelas berapa?"
"Udah lulus," jawab Ibu, aku nyengir.
"Lulus SMP, Tante?"
Gubrak!
"Lulus SMA, Neng..." jawab Ibu, aku manyun.
Terlihat ekspresi cewe itu kaget, shock, g percaya, dan malu.
"Oh, udah lulus SMA????? Kuliah dimana?"
"Belum kuliah," jawab aku sambil senyum yang dipaksakan.
Setelah jarak yang dirasa cukup jauh dari jangkauan pendengaran cewek itu, aku bertanya ke Ibu "Bu, anak itu kuliah dimana? Lagi libur ya kuliahnya?"
"Ih orang masih SMA, kelas 2 gak tau 3. Sekolahnya juga di SMANCI."
"HAH! Kalo gitu tadi Ifa salah dong cium tangan dia!"
Kita ngakak aja inget kejadian tadi.

***

Awal bulan Agustus kemarin, aku ke Jakarta buat Tes Trisakti. Ditemani Ibu dan Adif, aku mengarungi Jakarta naik taxi. Oke, sebenernya gak mengarungi juga sih, cuman dari Gambir ke apartemen dan sebaliknya. Kita naik taxi karena gak tau jalan sama sekali. Kita nginep di Apartemen Taman Gloria deket kampus Trisakti.
Sehari setelah tes kita pulang. Sempet jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek. Hasil tes belakangan, yang penting shopping dulu. Hahaha...
Kita pulang naik kereta. Kita udah stand by di stasiun satu jam sebelum jadwal keberangkatan kereta. Karena bosen, aku ledekin Adif yang lagi main game Angry Bird di tab. Berawal dari cubit pipi berakhir dengan geplak-geplakan. Pedes juga geplakan Adif. Ibu, tentu saja, ambil tindakan dengan cara memisahkan kita.
Keributan kecil yang aku dan Adif lakukan mengundang perhatian seorang tante yang duduk di sebelah kita. Penampilan Tante Itu 'oke punya'. Rambutnya dicat warna merah. Mukanya kinclong. Tas dan sepatunya bermerk.
"Kok berantem?" tanya Tante Itu sambil senyum.
"Iya nih tetehnya biasa suka ledekin, padahal bedanya jauh," jawab Ibu.
"Oooh, kakaknya SMP kelas berapa?"
SMP? Tadi dia bilang SMP?
"Hehehehe," aku ber-hehe ria sambill senyum kecut, "udah lulus, Tante," jawab aku.
"Lulus SMA," lanjut ibu.
"Ooooooh udah lulus SMA?" kata tante2 itu kaget. "Keliatannya masih kecil ya. Dari penampilannya juga,"
Nah looooh!!! Apa yang salah dengan penampilanku? Aku rasa penampilam aku wajar-wajar aja. Celana, kemeja, sepatu kets, tas selendang, kacamata, jam tangan. Menurut sebagian orang, penampilan mencerminkan kepribadian, kepribadian mencerminkan jenjang pendidikan yang sedang dijenjangi (pokoknya maksudnya gitu). Dan persepsi orang beda-beda. Kalo aku gak dikira mahasiswa gak apa-apa lah ya tapi gak SMP juga kali. 
 
***
 
Tapi aku seneng kok dikira lebih muda dari aslinya. :D
Forever young... I wanna be forever young... Do you really wanna live forever,,, forever,,, forever young...


1 komentar:

Unknown mengatakan...

Aku jga capek... Pasti tiap ditanya usia sma orang Bru slalu d kira msh SMP, pdhl sdh lulus smk.. (π _ π)
Srng bgt terjadi, smpe bosan aku dengarnya... T-T

Posting Komentar