Menurut
aku, anak-anak sekarang kecepetan beger. Sinetron aja ada yang judulnya Masih Dibawah
Umur. Isinya gak jauh dari cinta-cintaan, ngejar-ngejar cowok/cewek, saingan, musuhan,
pesta, dll, dan itu seputar Jakarta, kota metropolitan. Kalo ada anak kampung,
dandanannya pasti "terlalu" dibuat-buat kampungannya. Rambut dikepang
dua, kacamata gede, baju jojon, ngomongnya medok. Padahal kenyataannya gak
gitu-gitu amat. Terus
pemerannya terlalu dipaksakan. Nyatanya masih SMP tapi peran jadi SMA. Yang SMA
perannya kuliah. Yang kuliah perannya ibu-ibu/bapak-bapak. Yang ibu-ibu/bapak-bapak perannya nenek-nenek/kakek-kakek. Yang
nenek-nenek/kakek-kakek perannya udah mati.
Nah
kalo hal yg terjadi sama aku terbalik. Aku yang udah lulus SMA ini malah dikira
anak SMP. Dan yang lebih parah, aku dikira masih SMP sama anak SMA. -___-
Gak
cuma sekali aku dikira anak SMP. Kemungkinannya ada tiga: 1. wajah aku emang
imut (ehm), 2. aku gak bisa dandan layaknya orang udah dewasa, 3. wajah aku
emang bener2 imut. Oke, aku rasa opsi yang ketiga yang paling rasional dan
bijaksana.
Seneng
sih dikira masih anak SMP. Jadi pas nanti kuliah (amin), aku setara ato bahkan
lebih muda wajahnya sama mereka yang baru lulus SMA. Mwahahaha.... It's really
benefit for me.
Well,
kenyataan aku gak bisa dan gak biasa dandan emang faktor kedua setelah wajah
aku bener-bener imut. Aku gak pernah pake bedak (kecuali ke salon mau kondangan),
apalagi pake kosmetik yang risi-risi kayak eye shadow, blush on, lipstik, and item-item
di bawah mata yang kalo orang pake itu, menurut aku, kayak abis begadang 5
hari. Oke, lebay. Lipstik. Orang-orang yang kerja di perusahaan lipstik bilang
lipstik itu untuk memperindah bibir supaya tidak pucat dan lebih berwarna.
Jenis lipstik juga macem-macem ada yang matte, glossy, blink, princess,
cherry belle. Oh itu mana girl band, maaf.
"Ifa?
Tumben kamu pake lipstik," kata ibu.
"Ifa
gak pake lipstik kok, Bu," jawab aku, heran.
"Lah
itu bibir Ifa mengkilap gitu?"
"Ifa
abis makan gorengan, Bu,"
-___-
Jadi,
lipstik sama minyak gorengan beda tipis.
Back
to main topic. Kalo wajah aku sekarang dikira anak SMP, waktu aku SMP beneran
wajah aku kayak anak SD berarti ya. Anyway, waktu SMP aku ini item, bulet,
keriting. Eh buset, udah kayak mi bakso aja nih aku. Intinya, waktu SMP aku gak
cantik (gak rela ngatain diri sendiri "jelek"). Tapi sekarang aku
berubah! Jadi power ranger. Eh bukan, jadi, kata orang, kebanyakan orang malah,
cantik. Huaaa ge'er deh.
"Ini
anak ibu yang pertama?" kata ibu-ibu asuransi.
"Iya, Bu Lilis."
"Wah
udah gede y. Sekarang mah cantik"
Waktu
tes masuk UGM, TTL anak yang duduk di sebelah aku, namanya Amanda, kosong, terus aku
tanya, "Kok TTL nya kosong?"
"Iya
soalnya gak ada opsi taunnya," kata dia.
"Emang
lahir taun berapa?"
"Sembilan puluh enam."
HAH?!
Dia lebih muda tiga taun dari aku. Normalnya, untuk angkatan ini rata-rata kelahiran
94.
"Oh,
kamu aksel 2 taun y?" kata aku.
"Iya."
WEW!!!
Tapi dasar anak Bandung, keliatannya dia udah dewasa.
Lama-lama
aku dapet banyak temen baru. Kita sharing satu sama lain. Aku gak bilang kalo aku
lulusan taun kemarin.
"Kamu
lahir November? Sama dong sama aku, cuman aku tahun 93," kata aku ke temen baru
aku yang lain, namanya Oka, badannya tinggi, gede, dan jauh jauuuh keliatan dewasa
dari aku, sambil liat ijazah SMA-nya.
"Iya,
oh kamu lahir 93? Aku kira kamu juga 94 atau lebih muda malah," kata Oka.
"Iya
ih aku kira kamu seumur sama aku!" celetuk Amanda. "Aku udah seneng ada
temen yang sama-sama lahir 96."
Uwoooooh
aku ngapung!!!
Ternyata
ada alasan lain aku dikira anak SMP. Yaitu tinggi badan aku tidak terlalu
tinggi (baca: pendek). Udah gitu kata temen-temen aku, aku ini ndut (oke oke! Aku
juga ngaku aku ini ndut) dan berwajah bulat. Kalo adik aku suka main bowling
dan kebetulan bola bowlingnya gak ada (yah, namanya juga kebetulan), aku cocok dan
pas jadi pengganti bolanya.
Waktu
itu aku nganter ibu beli makanan beku ke rumah temennya, tapi temen ibunya gda,
yang ada cuma anaknya, cewek. Anaknya udah gede, lumayan cantik, dan lebih
tinggi dari aku. Aku prediksi dia udah kuliah.
Setelah
selesai transaksi, kita (aku dan ibu) pamit pulang. Cewek itu cium tangan ke ibu,
dan pas aku sama dia salaman, aku bingung harus gimana, kalo cuman salaman biasa kurang
enak, yaudah aku cium tangan dia.
"Ini
anak Tante?" tanya cewek itu ke Ibu.
"Iya, Neng," jawab ibu, aku senyum.
"Oooh,
kelas berapa?"
"Udah
lulus," jawab Ibu, aku nyengir.
"Lulus
SMP, Tante?"
Gubrak!
"Lulus
SMA, Neng..." jawab Ibu, aku manyun.
Terlihat
ekspresi cewe itu kaget, shock, g percaya, dan malu.
"Oh,
udah lulus SMA????? Kuliah dimana?"
"Belum
kuliah," jawab aku sambil senyum yang dipaksakan.
Setelah
jarak yang dirasa cukup jauh dari jangkauan pendengaran cewek itu, aku bertanya ke Ibu "Bu, anak itu kuliah dimana? Lagi libur ya kuliahnya?"
"Ih
orang masih SMA, kelas 2 gak tau 3. Sekolahnya juga di SMANCI."
"HAH!
Kalo gitu tadi Ifa salah dong cium tangan dia!"
Kita
ngakak aja inget kejadian tadi.
***
Awal
bulan Agustus kemarin, aku ke Jakarta buat Tes Trisakti. Ditemani Ibu dan Adif,
aku mengarungi Jakarta naik taxi. Oke, sebenernya gak mengarungi juga sih, cuman
dari Gambir ke apartemen dan sebaliknya. Kita naik taxi karena gak tau jalan
sama sekali. Kita nginep di Apartemen Taman Gloria deket kampus Trisakti.
Sehari
setelah tes kita pulang. Sempet jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek. Hasil tes
belakangan, yang penting shopping dulu. Hahaha...
Kita
pulang naik kereta. Kita udah stand by di stasiun satu jam sebelum jadwal
keberangkatan kereta. Karena bosen, aku ledekin Adif yang lagi main game Angry Bird
di tab. Berawal dari cubit pipi berakhir dengan geplak-geplakan. Pedes juga geplakan
Adif. Ibu, tentu saja, ambil tindakan dengan cara memisahkan kita.
Keributan
kecil yang aku dan Adif lakukan mengundang perhatian seorang tante yang duduk di sebelah
kita. Penampilan Tante Itu 'oke punya'. Rambutnya dicat warna merah. Mukanya
kinclong. Tas dan sepatunya bermerk.
"Kok
berantem?" tanya Tante Itu sambil senyum.
"Iya
nih tetehnya biasa suka ledekin, padahal bedanya jauh," jawab Ibu.
"Oooh,
kakaknya SMP kelas berapa?"
SMP?
Tadi dia bilang SMP?
"Hehehehe,"
aku ber-hehe ria sambill senyum kecut, "udah lulus, Tante," jawab
aku.
"Lulus
SMA," lanjut ibu.
"Ooooooh
udah lulus SMA?" kata tante2 itu kaget. "Keliatannya masih kecil ya.
Dari penampilannya juga,"
Nah
looooh!!! Apa yang salah dengan penampilanku? Aku rasa penampilam aku wajar-wajar aja.
Celana, kemeja, sepatu kets, tas selendang, kacamata, jam tangan. Menurut sebagian
orang, penampilan mencerminkan kepribadian, kepribadian mencerminkan jenjang
pendidikan yang sedang dijenjangi (pokoknya maksudnya gitu). Dan persepsi orang
beda-beda. Kalo aku gak dikira mahasiswa gak apa-apa lah ya tapi gak SMP juga kali.
***
Tapi
aku seneng kok dikira lebih muda dari aslinya. :D
Forever
young... I wanna be forever young... Do you really wanna live forever,,,
forever,,, forever young...


1 komentar:
Aku jga capek... Pasti tiap ditanya usia sma orang Bru slalu d kira msh SMP, pdhl sdh lulus smk.. (π _ π)
Srng bgt terjadi, smpe bosan aku dengarnya... T-T
Posting Komentar