Foto Jadul -family-

Senin, 22 Oktober 2012


Aku lagi seneng liat-liat foto dan video jadul, nih. Dan aku ‘menemukan’ foto aku yang gayanya sok iyey tapi norak.

Ikan paus terdampar











Maklumlah, aku baru berumur sepuluh tahun waktu foto itu diambil. Kalau sekarang aku disuruh foto gaya itu, aku lebih memilih terseret ombak!

Ini ceritanya my family and I lagi rekreasi ke… ehm… Pangandaran. Bali belum terjamah soalnya waktu itu masih kere banget. Kalau sekarang masih kere aja. Aku kenalin my family dulu, deh, sebelum mamerin foto-foto. My family terdiri dari empat orang: Bapak, Ibu, aku, dan Adif. Adif adalah adik aku satu-satunya, cowok, dan makanan kesukaannya KFC. Harus KFC. Kalau fried chicken lain dia gak doyan.

Bapak dan anak yang akur













Foto GAGAL












Nah, ini foto my family lengkap. Adif juga ada kok, cuman dia masih sembunyi di perut Ibu. Tapi sebenernya aku kurang setuju kalau foto ini disebut ‘foto rekreasi’, tapi ini lebih tepat disebut ‘foto korban bencana alam’. Dengan latar di pantai, kita abis kena bencana tsunamai dan terdampar. Lihat aja muka kita gak ada yang senyum. Semua wajah sedang menampakan ‘kesusahan’. Ini kan lagi rekreasi, harusnya bahagia, dong! Di situ aku jelek banget. Sekali lagi, JELEK BANGET!!! >.< Item, kusem, pipi tembem, ah bacem!

Beberapa tahun kemudian my family and I rekreasi lagi ke lawannya pantai: gunung. Adif udah gak sembunyi lagi di perut Ibu. Dia tumbuh menjadi anak yang liar, suka manjat pohon, dan teriak “Aaaaaaauuuaaaaa”.

My family and I rekreasi ke Gunung Tangkuban Perahu. Dan lagi, ada foto norak. Tapi kali ini aku bernorak ria ditemani Ibu tercinta.

Kacamata hasil pinjem












Kita berdua sama-sama norak. Sama-sama pake sun black glasses dan sama-sama ada sesuatu yang nutupin kepala. Kalau Ibu jelas yang nutupin kepala ya hood jacket. Nah aku? -___-

Ini foto-foto yang lain…

Rambut Ibu kena badai
Topi labil ikut foto















Dari postingan ini aku menyadari sesuatu, bahwa kita hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya. Meningkatkan kualitas hidup adalah kewajiban setiap insan. Janin yang ada di dalam rahim seorang ibu akan lahir dan tumbuh besar. Tapi ketika kualitas hidup kita menjadi lebih baik, jangan jadi orang yang lupa diri karena semua akan kembali pada apa yang terjadi saat permulaan. Sifat orang lansia pun akan seperti anak kecil, lagi.

3 komentar:

misSilvi mengatakan...

hahaha...! "ikan paus terdampar" remins me to something.
keep writing :)

Unknown mengatakan...

haha, sebenernya paus itu bukan ikan.
thanks a lot :)

misSilvi mengatakan...

HAHAHAHAHAHA...! aduuuh. ngakak terus bacanya

Posting Komentar