Ini puisi sepupu aku, Dea. Puisinya masih abal-abal, sih.
Maklum dia masih SMP kelas IX. Dan kebanyakan puisinya bertemakan cinta. Dasar
anak muda zaman sekarang. Ckckckck…
Aku minta izin dia buat publikasiin salah satu puisinya, here
it goes…
Ternyata Bukan Aku Cintamu
Tak khayal
jika aku menunggumu
Berharap
akan cintamu untukku
Walau semua
hanya harapan semu
Aku tetap
akan menunggu
Berbagai
rintangan telah kuhadapi
Semua
tatapan sinis dari pacarmu Noni
Meski tak
tahu apa salah diri ini
Kucoba
hadapi semua yang terjadi
Coba kau
pikir dengan akalmu
Coba kau
rasa dengan hatimu
Coba kau
sentuh aku dengan nalurimu
Agar kau
dapat merasakan apa kau masih cinta aku
Sudahlah,
pergi saja dengannya
Jangan
hiraukan aku sesudahnya
Semoga kau
selalu berbahagia
Bersama
dirinya yang kau cinta
Kalau diliat perkata sih masih ada yang gak pas, tapi secara
keseluruhan bagus lah. Lumayan buat galau-galauan. Haha…
Dea bikin puisi itu setelah putus sama pacar pertamanya (R),
temen sekelasnya kelas VIII. Seperti di cerita-cerita, yang namanya pacar
pertama itu berbekas banget, walau lebih berbekas cinta pertama. Mereka saling
sayang tapi karena suatu hal mereka putus. Dea masih sayang sama R dan berharap
balikan. Akhirnya mereka sempet balikan (aku tahu karena aku baca messages-nya)
dan putus lagi. Udah gitu, kata Dea, R berubah jadi gak suka sms lagi. Eh
taunya R lagi deket sama Noni dan jadianlah mereka. Dea patah hati. Dea gak mau
makan dan gak mau minum sampai Magrib (itu mah puasa ya namanya?).
“Banyak yang suka sama R tau, Mba!” jelas Dea, “Dia itu idola
para cewek. Banyak cewek yang gak suka, iri gitu, sama Nok gara-gara Nok
pacaran sama R.”
“Emang R orangnya giman, sih, sampai segitunya?” tanya aku.
“R itu item manis, anak paskibra, band kesukaannya Five
Minutes. Nama Facebook-nya aja ‘R Fivers’.”
Anak SMP itu memang identik dengan lebay dan/atau alay. Jadi
inget waktu aku SMP. Aku juga alay, sih, contohnya nama Friendster (waktu itu
masih zamannya Friendster): Baby Huey, nama e-mail: 25_sweetheart@yahoo.com, sampai kemarin kelas XI SMA nama e-mail aku masih alay: opaipaips@rocketmail.com. Foto juga gak kalah alay. Taulah foto zaman alay
gimana. Sekarang ngetawain diri sendiri aja kalau inget masa-masa itu, tapi pas
waktu itunya, uh, aku ngerasa itu keren banget!
Dea ternyata punya puisi lebih dari dua puluh. Wawww! Keren
juga tu anak. Sebagian puisinya lagi bertemakan kerinduan pada papahnya yang sudah
meninggal. Kasihan dia masih SD kelas VI sudah ditinggal pergi papahnya.
Sebenerya, Dea punya cita-cita ingin jadi dokter. Tapi apa daya melihat
keadaannya sekarang, Dea bilang “Mba, Nok mau jadi penulis.” Ya, gapailah
cita-citamu setinggi langit! Allah akan memberi jalan pada umat-Nya yang terus
berusaha tanpa putus asa.
Seperti biasa, aku kasih bonus foto Dea…

0 komentar:
Posting Komentar